Catatan Hati · 29 Maret 2026
Versi ini lahir dari perjalanan 18 Maret — Filsafat Buku Berjalan, Arsitektur Dua Alam, Grand Formula. Tapi syair tidak bisa hanya menjadi akademik. Ia harus pulang ke tanah. Ke bahasa yang paling pertama. Ke suara Mbah yang memanggil: lenggah o ning kene le. Duduk dulu, Nak. Sebelum melangkah lebih jauh — duduk dulu bersama dirimu sendiri.
Kosakata Baru · Stanza III–V
wutuh · utuh, lengkap
beda isine · berbeda isinya
jangkep · lengkap, sempurna
mesin-mesin kang pinter · mesin-mesin yang cerdas
rembuge jero · pembicaraannya dalam
etikane tentrem · etikanya tenteram
gumilang · bercahaya, gemilang
nyambungake · menghubungkan
ngetung kanthi tliti · menghitung dengan teliti
bening · bening, jernih
kancamu · kawanmu / temanmu
dipangkat · dipangkatkan (matematika)
andhap asor · rendah hati
gumun · kagum, takjub
mlayu-mlayu · berlari-lari
nggoleki · mencari
mandheg sedelok · berhenti sebentar
ombe banyu · minum air
soko bumi nganti langit · dari bumi sampai langit
nembang bareng · bernyanyi bersama